HUBUNGAN AKTFITAS FISIK, STRESS DAN POLA MAKAN TERHADAP KEJADIAN GASTRITIS PADA SISWA BINTARA

Authors

  • Yazika Rimbawati Universitas Kader Bangsa Palembang
  • Ria Wulandari Universitas Kader Bangsa Palembang
  • Mustakim Universitas Kader Bangsa Palembang

Keywords:

Gastritis, Aktifitas Fisik, Stress, dan Pola Makan.

Abstract

Gastritis merupakan suatu keadaan peradangan atau perdarahan mukosa lambung yang dapat bersifat akut, kronis, difus atau local (Smelzer, 2010). Penyebab utama gastritis adalah bakteri Helicobacter pylori, virus, atau parasit lainnya. Faktor yang mempengaruhi gastritis yaitu pola makan, merokok, infeksi bakteri, stres, alkohol, penggunaan kokain dan aktifitas berat atau Olahraga yang berlebihan. Desain penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pendekatan yang digunakan “cross sectional”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa bintara yang ada di Sekolah Pendidikan Negara (SPN) Polda Sumatera Selatan berjumlah 262 orang. Hasil penelitian dari 38 responden aktifitas fisik berat dengan kejadian gastritis lebih besar berjumlah 29 responden (76,3%) dibandingkan dengan aktifitas fisik dengan kejadian gastritis berjumlah 15 responden (44,1%). Berdasarkan analisa bivariat dengan uji Chi-Square menunjukkan ρ value 0,011 < 0,005. Ini berarti ada hubungan antara aktifitas fisik terhadap kejadian gastritis . dari 32 responden yang mengalami stres terhadap kejadian gastritis lebih besar berjumlah 32 responden (82,1%) dibandingkan tidak mengalami strees  terhadap kejadian gastritis berjumlah 12 responden (36,4%). Berdasarkan analisa bivariat dengan uji Chi-Square menunjukkan ρ value 0,000 < 0,05. Ini berarti ada hubungan antara stress terhadap kejadian gastritis. dari 44 responden yang mengalami pola makan buruk terhadap kejadian gastritis lebih besar berjumlah 32 responden (72,7%) dibandingkan pola makan baik terhadap kejadian gastritis berjumlah 12 responden (42,9%). Berdasarkan analisa bivariat dengan uji Chi-Square menunjukkan ρ value 0,022 < 0,05. Ini berarti ada hubungan antara pola makan terhadap kejadian gastritis. Kesimpulan ada hubungan aktifitas fisik, stress dan pola makan dengan Kejadian Gastritis pada Siswa Bintara di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Wilayah Sumatera Selatan Tahun 2021. penelitian ini diharapkan tenaga kesehatan khususnya bagi SPN betung lebih memperhatikan masalah kesehatan khusunya penyakit gastritis yang terjadi pada siswa seba, agar tidak berakibat fatal.

References

Ali kosman. (2004). Pangan Dan Gizi Untuk Kesehatan. Jakarta. PT RajaGrafindo Persada.

Almatsier S. (2008). Penuntun Diet edisi baru. PT Gramedia. Jakarta.

Almatsier Sunita. (2009). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama.

Ariyana R. (2014). Hubungan pola makan dengan kekambuhan gastritis di poliklinik penyakit dalam rumah sakit umum daerah DR. Zainoel Abidin Banda Aceh tahun 2014. Jurnal Kesehatan Masyarakat Unsyiah

Departemen Kesehatan, Republik Indonesia (2012). Profil Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.

Departemen Kesehatan RI.(2014). Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta Kementrian Kesehatan.

Dewi EP. (2012). Penyakit maag dan gangguan percernaan. Yogyakarta. Kanisius.

Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kemenkes RI. (2010). Data 10 Penyakit Terbanyak di Indonesia. Jakarta. Kemenkes RI. Available from: http://www.infodokterku.

Fitri Wahyuni SS, (2012). Ulfah Najamuddin. Ketepatan Waktu Makan, Asupan Kafein, Protein dan Tingkat Stress Terhadap Kejadian Gastritis Pada Mahasiswa Strata 1 FKM Universitas Hasanuddin. Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.

Farida YB. (2004). Pengantar Pangan dan Gizi.Jakarta. Penebar Swadaya.

Ferlia Lumiwu,Odi R. Pinontoan,Budi T. Ratag. (2015). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gastritis di wilayah kerja Puskesmas Talawid Kecamatan Siau Barat Selatan Kabupaten Sitora. Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado

Gustin. RK. (2011). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Gastritis di Kota Bukittinggi.

Hirlan. (2014). Gastritis. Dalam : Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta. Balai Penerbit FKUI. 2014.

Hadi S. (2002). Gastroenterologi. 2, editor PT. Alumni.

Hidayah A. (2011). Kesalahan - Kesalahan Pola Makan Memicu Seabrek Penyakit Mematikan. Yogyakarta: Buku Biru. 2011.

Jimmy. (2007). Jejaring Pencegahan dan Penangulangan penyakit Tidak Menular. Jakarta. Pusat Promosi Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2007. Available from http://www.pppl.depkes.go.id.

Lukluk Z. (2011). Psikologi Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Mawaddah Rahma, Rismayanti. (2012). Faktor Risiko Kejadian Gastritis Di Wilayah Kerja Puskesmas Kampili Kabupaten Gowa. Makasar: Hasanuddin. 2012.

McCance, K.L. and Huether S.E. (2006). The Biologic Basis For Disease in Adults and Children. 15th edition. USA. Mosby. 2006.

Mc Phee SJ. (2002). Pengantar Menuju Kedokteran Klinis. Dalam. Patofisiologi Penyakit. 5th ed. Jakarta. EGC Penerbit Buku Kedokteran. 2002

Murjayanan H. (2010). Faktor-faktor yang berhubungan dengan Kejadian Gastritis (Studi di RSU dr. R.Soetrasno Rembang).

Notoatmodjo S. (2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta. Rineka Cipta.

Notoatmodjo S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta Rineka Cipta. 2010

Profil Kesehatan Puskesmas Kuranji Kota Padang Tahun 2017.

Phipps, et al. (2003). Medical Surgical Nursing: Health and Ilness Perspektive. 7th edition. USA.Mosby.

Pieter J. (2005). Lambung dan Duodenum. Dalam. Buku Ajar Ilmu Bedah. II. Jakarta. EGC Penerbit Buku Kedokteran. 541-555.

Rona Sari Mahaji Putri. (2010). Hubungan pola makan dengan timbulnya gastritis pada pasien di universitas muhamadiyah malang medical center (UMC). Keperawatan

Suryono. (2006). Pengetahuan pasien dengan gastritis tentang pencegahan kekambuhan gastritis. 2016.

Susanto M. (2007). Buku Panduan Pencegahan Penyakit Kronis cetakan 1 jakarta. Edsa Mahkota.

Sastroasmoro S. (2011). Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis. Jakarta.3q1 Sagung Seto.

Saydam. (2011). Memahami Berbagai Penyakit (Penyakit Pernapasan dan Gangguan Pencernaan). Bandung. Alfabeta. 2011.

Silvi Imayani MC, Juneris Aritonang. (2017). Gastritis dan faktor-faktor yang mempengaruhi (Studi Kasus Kontrol) di Puskesmas Bebesen Kabupaten Aceh Tengah tahun 2017. Jurnal Kesehatan Nasional.

Sediaoetama AD.(2004). Ilmu Gizi. Jakarta: Dian Rakyat.

Soekirman. (2000). Ilmu Gizi dan Aplikasinya. Jakarta. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Departemen Pendidikan Nasional.

Sediaoetama AD. (2004). Ilmu Gizi. Jakarta. Dian Rakyat.

Sylvia Anderson Price. (2006). Patofisiologi Konsep Klinis Proses - Prose Penyakit Edisi 6. Jakarta: EGC.

Tarigan P. (2014). Tukak Gaster. Dalam Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta. Balai Penerbit FKUI.

Wahyu D.(2015). Pola Makan Sehari-hari Penderita Gastritis. 2015.

Wahyu Sani LT, Nur Nashriana Jufri. (2016). Analisis faktor kejadian penyakit gastritis pada petani nilam di wilayah kerja Puskesmas Tiworo Kab. Muna Barat Desa Sampia Jaya tahun 2016. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (JIMKESMAS). 2016.

Wahyuni F.(2012). Ketepatan Waktu Makan, Asupan Kafein, Protein dan Tingkat Stres terhadap Kejadian Gastritis pada Mahasiswa Strata 1 FKM Universitas Hasanuddin.

Widjaja DS. (2011). Patologi Anatomi Sistem Gastrointestinal. Dalam. Tentir Gastrointestinal. Jakarta. FKUI.

Wiyarto G.(2013). Budaya Hidup Sehat. Yogyakarta. Gosyen Publishing; 2013.

World Health Organization.(2015). Global Report on Gastritis. France. WHO.

Yuliarti N. (2009). Maag - Kenali, Hindari, dan Obati Edisi 1. Yogyakarta.

Downloads

Published

2022-01-20

How to Cite

[1]
Y. Rimbawati, R. . Wulandari, and Mustakim, “HUBUNGAN AKTFITAS FISIK, STRESS DAN POLA MAKAN TERHADAP KEJADIAN GASTRITIS PADA SISWA BINTARA ”, IJOHM, vol. 2, no. 1, pp. 60–73, Jan. 2022.

Issue

Section

Articles