PERBEDAAN KEJADIAN SAKIT PADA BAYI USIA 7-12 BULAN YANG MEMPEROLEH ASI EKSLUSIF DENGAN YANG MEMPEROLEH SUSU FORMULA DI PUSKESMAS GROGOL KEDIRI TAHUN 2017

Authors

  • Reffi Dhamayanti Akademi Kebidanan Nusantara Indonesia Lubuklinggau
  • Arie Anggraini Akademi Kebidanan Nusantara Indonesia Lubuklinggau
  • Novia Sari Akademi Kebidanan Nusantara Indonesia Lubuklinggau

Keywords:

Primigravida, Multigravida, Tanda Bahaya Kehamilan

Abstract

Latar Belakang: Departemen Kesehatan Indonesia telah menargetkan cakupan ASI Ekslusif selama 6 bulan sebesar 80%, angka ini sangat sulit untuk di capai bahkan tren pravelensi ASI Ekslusif dari tahun ke tahun terus menurun. Data Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2003-2012 memperlihatkan terjadinya penurunan pravelensi ASI Ekslusif dari 39,5% pada tahun 2003 menjadi 32% dan 27% pada tahun 2007 dan 2012 (SDKI,2012). Cakupan ASI Ekslusif di kabupaten Kediri tahun 2013 hanya 57,2%, yaitu sebanyak 1.809 bayi dari 3.161 bayi yang di periksa. Kemudian di tahun 2014 cakupan ASI Ekslusif menurun menjadi 41,2% yaitu hanya sebanyak 1.961 bayi dari total 4.762 bayi yang di periksa di seluruh puskesmas di kabupaten Kediri (Dinkes Kabupaten Kediri 2014).

Tujuan: Diketahuinya perbedaan kejadian sakit pada bayi usia 7-12 bulan yang memperoleh ASI Eksklusif dengan yang memperoleh Susu Formula di Puskesmas Grogol Kediri tahun 2017. Metode Penelitian: Desain penelitian Comparative Study dengan pendekatan cross sectional. Populasi  ibu hamil primigravida dan multigravida di Puskesmas Grogol Kediri Tahun 2017, dengan purposive sampling, sampel 52 responden. Instrumen penelitian kuesioner. Hasil penelitian dianalisa dengan uji independent T-test. Hasil: Analisis menunjukkan tidak ada perbedaan  pengetahuan antara ibu primigravida dan multigravida tentang tanda bahaya kehamilan di Puskesmas Grogol Kediri Tahun 2017 dengan nilai p-value 0,000 dan p-value 0,0160 sehingga p-value>α 0,05. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan bagi lahan penelitian untuk meningkatkan penyuluhan dan konseling tentang tanda bahaya kehamilan untuk meningkatkan pengetahuan ibu primigravida dan multigravida.

References

Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian SuatunPendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta.

Badan Pustaka Statistik, 2013. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2021. Jakarta : SDKI 2012.

Budiharja. 2011. BPPSDNK Pusat Komunikasi Publik Sekertariat Jendral Kementrian Kesehatan RI., from Seminar “Peningkatan Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Dalam Mendukung MDG’s” di Jakarta.

Departemen Kesehatan RI. Profil Kesehatab Indonesia 2000.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. 2016. Profil Kesehatan Jawa Timur tahun 2016. Kemenkes RI

Kemenkes RI. 2010. Sayang Bayi Beri ASI. Jakarta.

Notoatmodjo, S. 2008. Methodelogi Penelitian Kesehatan, Jakarta : Rhineka Cipta.

Proverwati, Rahmawati. 2010. Kapita Selekta ASI dan menyusui. Yogyakarta : Nuha Medika.

Roesli, Utami. 2011. Inisiasi Menyusui Dini Plus ASI Ekslusif. Jakarta : Pustaka Bunda

World Health Organization. 1986. Ottawa Charter for health promotion.

Downloads

Published

2022-07-02

How to Cite

[1]
R. Dhamayanti, A. . Anggraini, and N. . Sari, “PERBEDAAN KEJADIAN SAKIT PADA BAYI USIA 7-12 BULAN YANG MEMPEROLEH ASI EKSLUSIF DENGAN YANG MEMPEROLEH SUSU FORMULA DI PUSKESMAS GROGOL KEDIRI TAHUN 2017”, IJOHM, vol. 2, no. 3, pp. 367–374, Jul. 2022.